Kerinci, 28 Juli 2026 – Festival Gemini AI Spark 2026 bertajuk “Gemini AI: Mengakselerasi Produktivitas Akademik Mahasiswa di Dunia Digital” sukses diselenggarakan pada Selasa (28/7/2026) di Mini Teater Lantai 4 Gedung Perpustakaan Digital IAIN Kerinci. Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 120 peserta ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai pemanfaatan Gemini AI sebagai teknologi pendukung dalam dunia akademik.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Durratul Humaira, mahasiswa IAIN Kerinci sekaligus Google Student Ambassador, dan dihadiri oleh Rektor IAIN Kerinci Dr. H. Jafar Ahmad, S.Ag., M.Si., Wakil Rektor III Dr. Halil Khusairi, M.Ag., Dekan Fakultas Syariah Dr. H. Arzam, M.Ag., serta sivitas akademika Fakultas Syariah IAIN Kerinci.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pembacaan doa, kemudian penampilan tari tunggal oleh Danil sebagai pembuka rangkaian kegiatan.
Dalam sambutannya, Durratul Humaira menyampaikan bahwa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) merupakan alat bantu, bukan pengganti manusia. Ia berharap peserta tidak hanya hadir untuk menyaksikan acara, tetapi juga aktif berdiskusi dan mempelajari pemanfaatan Gemini AI dalam mendukung proses belajar dan produktivitas akademik.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dekan Fakultas Syariah IAIN Kerinci, Dr. H. Arzam, M.Ag. Beliau menegaskan bahwa AI merupakan teknologi yang dapat membantu manusia dalam menyelesaikan berbagai pekerjaan, namun AI tidak memiliki nurani sehingga penggunaannya harus tetap disertai pertimbangan dan tanggung jawab dari penggunanya.
Sementara itu, Rektor IAIN Kerinci, Dr. H. Jafar Ahmad, S.Ag., M.Si., menjelaskan bahwa Google merupakan salah satu sarana riset terbaik yang banyak dimanfaatkan saat ini. Beliau mengungkapkan telah mulai mengenal dan menggunakan AI sejak Februari 2023. Menurutnya, AI memiliki manfaat besar dalam mendukung kegiatan akademik, tetapi juga dapat memberikan dampak negatif apabila digunakan secara berlebihan.
Rektor menyoroti rendahnya tingkat literasi masyarakat Indonesia berdasarkan hasil survei tahun 2023 yang menunjukkan bahwa kemampuan literasi Indonesia masih berada di bawah beberapa negara tetangga. Ia juga mengingatkan bahwa ketergantungan terhadap AI dapat mengurangi kemampuan berpikir kritis (critical thinking). Oleh karena itu, AI harus dimanfaatkan sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir manusia. Selain itu, beliau juga mengingatkan pentingnya penggunaan media sosial secara sehat, dengan durasi ideal sekitar dua jam per hari. Pada kesempatan tersebut, Rektor turut menyampaikan dukungannya kepada mahasiswa yang memiliki cita-cita melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
Setelah sesi sambutan, acara dilanjutkan dengan hiburan dari WKM berupa penampilan musik dan bernyanyi bersama seluruh peserta. Sesi ini bertujuan menciptakan suasana yang lebih santai sebelum memasuki acara inti.
Acara kemudian dilanjutkan dengan talk show yang dipandu oleh Durratul Humaira. Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan dengan berbagai fitur Gemini AI, mulai dari Mode AI, alasan Mode AI memiliki kemampuan yang lebih canggih, hingga cara menyusun pertanyaan (prompt) yang efektif agar memperoleh jawaban yang lebih akurat.
Pemateri menjelaskan bahwa Mode AI merupakan pengembangan dari AI Overview yang didukung oleh kemampuan Gemini sehingga mampu memberikan respons yang lebih cepat, relevan, dan komprehensif terhadap berbagai pertanyaan pengguna. Meski demikian, peserta kembali diingatkan agar memanfaatkan AI sebagai pendukung proses pembelajaran, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir, menganalisis, dan menyelesaikan masalah secara mandiri.
Melalui penyelenggaraan Gemini AI Spark Festival 2026, diharapkan mahasiswa IAIN Kerinci semakin memahami pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan secara bijak dan bertanggung jawab, sehingga mampu meningkatkan produktivitas akademik tanpa mengurangi kemampuan berpikir kritis dan literasi digital.
