Matinya Jiwa Sang Juara

oleh -219 Dilihat

Anindya H. Inka Lyln

 

Dikala malam menyerang

Suram dan remang yang menemani

Astungkara katanya.

 

Lengkara yang selalu terbayang

Menambah lara dalam jiwa

T’lah hilang pengharapan dalam kehidupan

Kembali terhempas dengan kenyataan.

 

Panorama nan syahdu

Mesin ketik yang saling bersahutan

Seakan hebat membuat karya

Siap menjadi sang juara.

“Akulah sang juara dari para juara”

Ambisi besar nan terpendam

Seakan bom waktu yang siap sedia bergelolak.

 

28 Oktober

Hari bersejarah bagi Indonesia

Namun, basuhan air mata sang juara terus mengalir

Sang juara yang dahulu selalu bersinar

Perlahan cahaya itu kembali redam

Hilang tertekan dalam kenyataan.

 

 

 

 

 

 

 

“ujung tombak sang juara”

Gelar yang selalu dibanggakan

Kini tombak itu patah

Tak kunjung tumbuh

Sang penombak kembali mati

Entah kapan kan hidup kembali

 

Katakanlah pada sang juara

Jangan pongah

Kau akan kalah

Redamlah amarah

Maka kau akan hidup kembali