Seminar Diseminasi Sacred Ecological Project 2026

oleh -179 Dilihat

Pada hari Selasa, 12 Mei 2026, telah dilaksanakan kegiatan Seminar Diseminasi Sacred Ecological Project 2026, yaitu seminar yang membahas hubungan antara budaya, tradisi, dan ekologi masyarakat Kerinci melalui berbagai karya tulis dan hasil penelitian peserta. Kegiatan ini bertempat di Lantai 3 SBSN Institut Agama Islam Negeri Kerinci dan berlangsung dengan khidmat serta dihadiri oleh berbagai tokoh penting, akademisi, mahasiswa, serta peserta seminar.

Kegiatan dibuka dengan prosesi pengalungan kain batik sebagai tanda penghormatan yang diiringi bunyi suling tanpa musik. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., Rektor IAIN Kerinci Dr. Jafar Ahmad, S.Ag., M.Si., Ketua Senat Prof. Dr. As’ari, perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup, Libasut Taqwa, Luqyana Azmiya Putri dari Wahid Foundation, dan tamu undangan lainnya.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Hafizi, kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama. Setelah itu, Rektor IAIN Kerinci memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Seminar Diseminasi Sacred Ecological Project 2026.

Dalam sambutannya, Rektor IAIN Kerinci menyampaikan bahwa seminar ini merupakan kegiatan yang luar biasa dan memberikan suasana berbeda melalui penyambutan dengan alunan suling. Beliau juga menyoroti pentingnya penanganan sampah dan menjaga lingkungan hidup melalui edukasi dan kegiatan ilmiah seperti seminar ini. Selain itu, disampaikan pula bahwa IAIN Kerinci akan membuka dua program studi S3, yaitu Studi Islam dan Pendidikan Agama Islam, serta menghadirkan kelas eksekutif dan kelas unggulan. Rektor juga menyampaikan bahwa terdapat data sementara sebanyak 91 mahasiswa yang lulus tanpa skripsi melalui publikasi artikel ilmiah. Selain itu, beliau menyampaikan bahwa di universitas lain prestasi sering kali hanya dinilai dari peringkat 1–3, sedangkan di IAIN Kerinci tidak hanya berfokus pada hal tersebut. Siswa berprestasi seperti ketua OSIS, Pradana Putra dan Putri, anggota paskibraka tingkat kabupaten, ketua PMR tingkat sekolah, serta juara MTQ minimal tingkat kabupaten memiliki kesempatan untuk masuk IAIN Kerinci tanpa membayar UKT dari awal hingga lulus.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Luqyana Azmiya Putri yang menyampaikan bahwa banyak peserta mendaftar dalam kegiatan ini dan terdapat 13 peserta terpilih untuk mempresentasikan tulisan mereka. Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian budaya dan lingkungan melalui tulisan. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Libasut Taqwa dari Wahid Foundation.

Selanjutnya, arahan diberikan oleh Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si. Dalam arahannya beliau menyampaikan bahwa IAIN Kerinci merupakan salah satu tempat penting dalam membawa perubahan di Kerinci. Beliau menjelaskan bahwa wilayah Kerinci terdiri dari Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh yang dikenal dengan sebutan “sekepal tanah surga” karena keindahan alamnya. Bupati juga menyoroti persoalan sampah dan lingkungan. Dahulu masyarakat membuang sampah organik ke sungai karena mudah terurai dan ekosistem masih baik, sedangkan saat ini banyak sampah plastik yang mencemari lingkungan. Menurut beliau, tantangan terbesar adalah mengubah perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan, terutama karena Kerinci merupakan daerah wisata. Beliau menegaskan bahwa sampah tidak mungkin hilang selama masih ada kehidupan manusia, namun masyarakat perlu belajar memilah dan mengelola sampah dengan baik.

Acara turut dimeriahkan oleh penampilan Tari Kreasi siswa MTsN 1 Sungai Penuh.

Selanjutnya dilaksanakan sesi presentasi karya peserta seminar, yaitu:

Arya Geni Permana “Meribut Padi, Pengetahuan Kolektif Masyarakat Adat Semurup dalam Memahami Perubahan Iklim”

Filda Naily “Sepiring Gulei Cimedak: Warisan Rasa dan Makna dari Alam Kerinci”

Sutriani Haliza “Ketika Alam Terlibat: Peran Tumbuhan dalam Prosesi Minta Ahi di Desa Siulak Deras Mudik”

Anadhia Rahmadani “Palaho Negak Sangkak: Ritual Penyembuhan dalam Jejak Titisan Roh Leluhur”

Amalia Kamal “Perempuan Penenun Makna: Menganyam Alam dan Jejak Leluhur Tradisi Nurun Sko”

Arshinta Vrasetya “Yang Hilang Bukan Tradisinya, Melainkan Cara Memahaminya: Bukeang, Sihaih dan Pinoa Daleang Kanuhi Skaow”

Nagiya “Dilestarikan untuk Diwariskan: Lemang sebagai Identitas Kebersamaan”

Tata Firma “Umao Skao: Menilik Warisan Anak Tinao”

Fauzan Ismail “Simfoni Alam Kerinci: Getah Kemenyan sebagai Jembatan Ekologi dan Tradisi di Kemantan Hilir”

Muhammad Agung Amnes “Ketika Kenduri Padeai Hanya Menjadi Cerita Lama”

Yelsa Amanda “Sirih Punyayo sebagai Simbol Undangan Adat Masyarakat Kerinci”

Aci Deviola “Mlepeh Kundo: Ketika Alam Menjadi Bagian dari Penyembuhan”

Dela Wilza Noviska “Ekologi yang Tak Terlihat: Perempuan, Ritual, dan Ruang Sunyi dalam Praktik Pertanian Kerinci”

Setelah seluruh peserta menyampaikan presentasi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemberian saran dan tanggapan dari audiens terhadap karya para finalis. Pada akhir acara dilakukan pemberian penghargaan kepada seluruh peserta finalis seminar.

Adapun penghargaan yang diberikan, yaitu:

  • Peserta Terbaik: Sutriani Haliza
  • Penulis Terbaik: Arshinta Vrasetya

Acara kemudian ditutup dengan pembacaan doa bersama.

Demikian berita acara ini dibuat sebagai dokumentasi pelaksanaan kegiatan Seminar Diseminasi Sacred Ecological Project 2026 di IAIN Kerinci.

Oleh: Putri Syafira