Sungai Penuh, — Dinas Perpustakaan Kota Sungai Penuh sukses menggelar Festival Literasi bertajuk “Budayakan Literasi Anak Negeri” yang berlangsung selama tiga hari, dari Tanggal 11 hingga 13 November 2025, di Perpustakaan Kota Sungai Penuh. Kegiatan ini menjadi puncak dari serangkaian agenda literasi yang sebelumnya telah diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan kota Sungai Penuh.
Rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain Lomba Bertutur tingkat SD/MI, Lomba Perpustakaan Desa Terbaik, Membaca Nyaring untuk guru, orang tua, pustakawan, dosen, serta masyarakat umum, Lomba Resensi Buku Koleksi Perpustakaan Kota untuk jenjang SMP/MTs dan SMA/SMK/MAN, Bedah Buku, dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Konten Budaya Lokal.
Hasil karya dari Bimtek tersebut nantinya akan dibukukan dan diterbitkan langsung oleh Perpustakaan Nasional. Selain itu, kegiatan ini juga meliputi pendataan naskah kuno yang ada di wilayah Kota Sungai Penuh.
Acara puncak Festival Literasi digelar selama tiga hari dengan tema kegiatan berbeda setiap harinya.
Pada hari pertama, dilaksanakan pemberian penghargaan kepada para pemenang lomba, pengukuhan Bunda Literasi Kota dan Kecamatan se-Kota Sungai Penuh, serta penampilan stand up comedy bahasa ibu dan gong buleuh.
Kemudian pada hari kedua, digelar lomba mewarnai untuk anak-anak TK dan berbagai hiburan edukatif dari siswa TK dan SD.
Puncaknya, pada hari ketiga diadakan talkshow khusus untuk siswa dan mahasiswa, serta pemberian penghargaan kepada 10 Pemustaka Terbaik, yaitu masyarakat yang paling aktif berkunjung ke Perpustakaan Kota Sungai Penuh.
Walikota Sungai Penuh Alfin, S.H. secara resmi mengukuhkan Bunda Literasi Kota Sungai Penuh dan Bunda Literasi Kecamatan se-Kota Sungai Penuh.
Turut hadir Ketua DPRD Hutri Randa, Forkopimda, Sekda Alfin, Ketua GOW Mawarti Azhar, Ketua Dharma Wanita, kepala OPD, pelajar, dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Walikota Alfin menegaskan bahwa Festival Literasi merupakan momentum penting untuk menumbuhkan budaya membaca, menulis, dan berkarya di tengah masyarakat, terutama generasi muda.
“Festival ini bukan sekadar ajang seremonial, tapi wujud nyata semangat kita bersama untuk membangun peradaban lewat literasi. Kita ingin menjadikan Sungai Penuh sebagai kota literasi di kaki Gunung Kerinci tempat lahirnya ide-ide kreatif, pengetahuan, dan karya yang membawa kemajuan bagi daerah,” tutur Walikota Alfin.
Pada hari terakhir, acara juga menghadirkan talkshow inspiratif bersama Marta Jaya dari PT Endutech Vers Indonesia dengan tema “AI untuk Literasi, Literasi untuk Peradaban” dan subtema “Menulis Ulang Makna Belajar di Era Baru.”
Dalam wawancaranya, Marta Jaya mengatakan bahwa literasi digital adalah kebutuhan mendesak di era modern.
“Kami mengangkat tema ini karena ini memang kebutuhan saat ini. Kita dituntut untuk bisa menyesuaikan diri dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Kalau tidak, kita akan tertinggal,” ujarnya.
Selain itu, tim liputan juga berkesempatan mewawancarai salah seorang pustakawan Perpustakaan Kota Sungai Penuh, yang menilai bahwa kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan minat baca masyarakat.
“Iya, sangat penting. Dengan adanya kegiatan seperti ini, masyarakat jadi tahu bahwa perpustakaan itu seseru itu bukan hanya tempat membaca buku, tapi juga ada wisata edukasi, lomba resensi, membaca nyaring, dan lainnya. Semua kegiatan ini tetap berakar dari buku bacaan,” jelasnya.
Saat ditanya mengenai pesan untuk masyarakat, ia menegaskan pentingnya pemahaman makna literasi secara luas.
“Literasi itu bukan hanya soal membaca buku, tapi juga kemampuan memahami dan menyaring informasi dengan bijak. Jangan mudah termakan hoaks, dan pastikan sumber bacaan kita terpercaya. Boleh pakai ChatGPT, tapi gunakan secara bijak,” ujarnya.
Oleh: Muhammad Wahyu dan Elena
