
Padang, 1 Oktober 2025 – Hari kedua pelaksanaan The 3rd SeIBa International Festival 2025 di Kampus III UIN Imam Bonjol Padang kembali menghadirkan ragam penampilan seni dari mahasiswa PTKIN se-Indonesia dan delegasi internasional. Pada kesempatan ini, giliran cabang lomba Tari Kontemporer yang ditampilkan di aula Gedung J dengan panggung megah dan tata cahaya memukau.
Delegasi dari IAIN Kerinci mendapat kehormatan tampil sebagai peserta pertama dengan membawakan Tari Gadis Kerinci, sebuah garapan tari kontemporer yang memadukan kelembutan tradisi dan semangat modern. Tiga mahasiswa—Putri Chasandra, Azza Nazilla Rizal, Anggun Dwi Putri—Dari UKM Wadah Kreativitas Mahasiswa (WKM) IAIN Kerinci menyuguhkan gerak penuh makna yang menyatukan unsur adat Kerinci dengan koreografi masa kini.
Tari Gadis Kerinci sendiri menggambarkan keanggunan tiga gadis yang mengenakan tengkuluk dan busana adat Kerinci sebagai simbol identitas dan kehormatan. Dalam pertunjukan ini, gerakan yang anggun dipadukan dengan energi kontemporer, sementara simbol Harimau Sakti adat Kerinci dihadirkan sebagai lambang kekuatan. Perpaduan tersebut menjadi cerminan keseimbangan antara warisan budaya dan kreativitas modern yang terus hidup di tengah masyarakat Kerinci.
Dengan kostum dinamis dan tata gerak yang tertata apik, penampilan delegasi IAIN Kerinci berhasil memikat perhatian penonton sejak awal. Sorakan meriah serta tepuk tangan panjang mengiringi setiap rangkaian gerakan, menandakan apresiasi tinggi dari audiens maupun dewan juri.
Lebih dari sekadar penampilan seni, kehadiran Tari Gadis Kerinci di panggung internasional ini membawa pesan bahwa budaya lokal Kerinci mampu berbicara luas dengan bahasa seni yang universal.
Para penari berharap agar karya mereka tidak hanya menjadi tontonan yang memukau, tetapi juga dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya Kerinci. “Kami ingin menunjukkan bahwa tradisi itu bisa hidup berdampingan dengan kreativitas modern. Harapan kami, Tari Gadis Kerinci menjadi inspirasi bagi teman-teman mahasiswa lain untuk terus melestarikan sekaligus mengembangkan seni daerah,” ungkap salah satu penampil.