
Dalam pembacaan puisinya, Saskia dengan penuh penghayatan melantunkan bait-bait yang menggambarkan keelokan alam, kekayaan budaya, serta nilai-nilai kearifan lokal Kerinci. Mulai dari kokohnya Gunung Kerinci, indahnya Danau Gunung Tujuh, hingga tradisi adat seperti Kenduri Sko dan tarian Asyeik, seluruhnya dipadukan dalam untaian kata yang menyentuh.
Melalui puisinya, Saskia tidak hanya menampilkan keindahan Kerinci, tetapi juga menyuarakan pesan penting tentang tantangan generasi muda dalam menjaga kelestarian budaya di tengah derasnya arus modernisasi. Dengan lantang, ia mengajak audiens untuk terus merawat dan melestarikan warisan leluhur agar budaya Kerinci tetap abadi lintas zaman.
Penampilan Saskia disambut dengan tepuk tangan meriah dari penonton. Atmosfer aula Gedung J UIN Imam Bonjol terasa begitu khidmat ketika bait demi bait puisi bergema, menghadirkan suasana yang penuh makna sekaligus emosional.
Partisipasi ini menjadi bukti nyata komitmen IAIN Kerinci dalam mengangkat dan memperkenalkan budaya daerah ke kancah internasional. Melalui karya sastra yang dibawakan, delegasi IAIN Kerinci menunjukkan bahwa seni dan budaya merupakan identitas penting yang patut dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.